BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
NKRI adalah sebuah
negara yang meliputi ribuan pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke,
dimana dari sekian banyaknya kepulauan beserta masyarakatnya tersebut lahir,
tumbuh dan berkembang berbagai budaya daerah. Seni tradisional yang merupakan
jati diri, identitas dan media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.
Hampir seluruh wilayah NKRI mempunyai seni musik
tradisional yang khusus dan khas. Dari keunikan tersebut bisa nampak terlihat
dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen
musiknya. Seni tradisonal itu sendiri mempunyai semangat kolektivitas yang
tinggi, sehingga dapat dikenali karakter dan ciri khas masyarakat Indonesia,
yaitu yang terkenal ramah dan santun.
Seni pada mulanya adalah proses
dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Saat ini seni
bisa dilihat dari intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni juga dapat
diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur
keindahan.
1.2
Maksud dan Tujuan
-
Memahami Pengertian Seni Musik
-
Memahami Sejarah Perkembangan Musik Daerah
-
Memahami Jenis Alat Musik Tradisional yang ada di Indonesia
-
Memahami Fungsi dan Peranan Musik Daerah
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Seni Musik
Seni
Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau dalam urutan untuk menghasilkan
komposisi ( suara ) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan / nada atau suara
yang di susun sedemikian rupa sehingga mengandung irama terutama dengan
menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi .
Music
daerah adalah suatu bentuk karya seni yang menggunakan medium suara atau
bunyi-bunyian. Yang hidup dan berkembang ditengah masyarakat yang sesuai dengan
aturan-aturan daerah setempat yang dilakukan secara turun temurun dan
pembelajarannya dilakukan secara oral. Music daerah kebanyakan merupakan
warisan leluhur sehingga tidak diketahui siapa pencetusnya dan tidak
menonjolkan sikap[ perorangan karena music daerah milik suatu golongan suku
bangsa. Musik daerah atau musik tradisional
lahir dan berkembang di daerah- daerah
di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan
instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni
syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat.
Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang
dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan
masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi
yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat
pendukungnya.
Musik termasuk seni manusia yang paling tua. Bahkan bisa dikatakan, tidak ada sejarah peradaban manusia dilalui tanpa musik, termasuk sejarah peradaban Melayu. Dalam masyarakat Melayu, seni musik ini terbagi menjadi musik vokal, instrument dan gabungan keduanya. Dalam musik gabungan, suara alat musik berfungsi sebagai pengiring suara vokal atau tarian.
Walaupun banyak dari para ahli musik telah mencoba memberikan definisi tentang musik, namun hingga kini belum ada satupun yang diyakini merupakan satu-satunya pengertian yang paling lengkap. Tampaknya ada yang memahami musik sebagai kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengarannya. Di samping itu ada juga yang pemahamannya bertolak dari asumsi bahwa musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya. Walaupun demikian ada juga yang berbeda pandangan dari kedua model tersebut. Terlepas dari berbagai perbedaan sudut pandang tersebut, beberapa definisi berikut ini dapat membantu kita untuk memahami pengertian tentang musik. Dari penulis-penulis Indonesia di antaranya dapat dijumpai sejumlah definisi tentang musik: Jamalus (1988, 1) perpendapat bahwa musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Rina (2003,9) setuju dengan pendapat bahwa musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyibunyian. Prier (1991, 9) setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
Menurut ahli perkamusan (lexicographer) musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada, vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk pengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional Walaupun demikian selama berabad-abad para ahli menganggap bahwa definisi kamus tersebut kurang memuaskan. Sebagai alternatif, di antaranya ada yang memahami musik sebagai ”bahasa para dewa”; yang lain mengatakan bahwa: ”music begins where speech ends” (musik mulai ketika ucapan berhenti). Romain Rolland berpendapat bahwa musik adalah suatu janji keabadian; bagi Sydney Smith musik ialah satusatunya pesona termurah dan halal dimuka bumi.
Goethe berpendapat bahwa musik mengangkat dan memuliakan apa saja yang di ekspresikannya. Mendelssohn meyakini bahwa musik dapat mencapai suatu wilayah yang kata-kata tidak sanggup mengikutinya, dan Tchaikovsky berkata bahwa musik adalah ilham yang menurunkan kepada kita keindahan yang tiada taranya. Musik adalah logika bunyi yang tidak seperti sebuah buku teks atau sebuah pendapat. Ia merupakan suatu susunan vitalitas, suatu mimpi yang kaya akan bunyi, yang terorganisasi dan terkristalisasi. Sehubungan dengan itu Herbert Spencer, seorang filsuf Inggris mempertimbangkan musik sebagai seni murni tertinggi yang terhormat. Dengan demikian musik adalah pengalaman estetis yang tidak mudah dibandingkan pada setiap orang, sebagaimana seseorang dapat mengatakan sesuatu dengan berbagai cara (Ewen 1963, vii-viii). Dari perspektif interpretasi atau penikmatannya, musik juga dapat dipahami sebagai bahasa karena ia memiliki beberapa karakteristik yang mirip dengan bahasa. Berkaitan dengan hal tersebut Machlis (1963, 4) memahami musik sebagai bahasa emosi-emosi yang tujuannya sama seperti bahasa pada umumnya, yaitu untuk mengkomunikasikan pemahaman. Sebagai bahasa musik juga memiliki tata bahasa, sintaksis, dan retorika, namun tentunya musik merupakan bahasa yang berbeda. Setiap kata-kata memiliki pengertian yang kongkrit, sementara nada-nada memiliki pengertian karena hubungannya dengan nada-nada yang lain. Kata-kata mengekspresikan ide-ide yang spesifik sedangkan musik menyugestikan pernyataan-pernyataan misterius dari pikiran atau perasaan.
Dari beberapa pendapat di atas setidaknya dapat dipahami bahwa musik merupakan salah satu cabang seni pertunjukan seperti tari, drama, puisi, dan sebagainya.Sebagai sebuah karya seni,music adalah Terjemahan dari: “The science and art of the rhytmic combination of tones, vocal orinstrumental, embracing melody and harmony for the expression of anything possible by this means,butchieflyemotional”(Ewen1963,vii).ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan lewat komposisi jalinan nada atau melodi, baik dalam bentuk karya vokal maupun instrumental. Di samping itu musik adalah suatu karya seni yang tersusun atas kesatuan unsur-unsur seperti irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur, dan ekspresi.
Musik termasuk seni manusia yang paling tua. Bahkan bisa dikatakan, tidak ada sejarah peradaban manusia dilalui tanpa musik, termasuk sejarah peradaban Melayu. Dalam masyarakat Melayu, seni musik ini terbagi menjadi musik vokal, instrument dan gabungan keduanya. Dalam musik gabungan, suara alat musik berfungsi sebagai pengiring suara vokal atau tarian.
Walaupun banyak dari para ahli musik telah mencoba memberikan definisi tentang musik, namun hingga kini belum ada satupun yang diyakini merupakan satu-satunya pengertian yang paling lengkap. Tampaknya ada yang memahami musik sebagai kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengarannya. Di samping itu ada juga yang pemahamannya bertolak dari asumsi bahwa musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya. Walaupun demikian ada juga yang berbeda pandangan dari kedua model tersebut. Terlepas dari berbagai perbedaan sudut pandang tersebut, beberapa definisi berikut ini dapat membantu kita untuk memahami pengertian tentang musik. Dari penulis-penulis Indonesia di antaranya dapat dijumpai sejumlah definisi tentang musik: Jamalus (1988, 1) perpendapat bahwa musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Rina (2003,9) setuju dengan pendapat bahwa musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau bunyibunyian. Prier (1991, 9) setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
Menurut ahli perkamusan (lexicographer) musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada, vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk pengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional Walaupun demikian selama berabad-abad para ahli menganggap bahwa definisi kamus tersebut kurang memuaskan. Sebagai alternatif, di antaranya ada yang memahami musik sebagai ”bahasa para dewa”; yang lain mengatakan bahwa: ”music begins where speech ends” (musik mulai ketika ucapan berhenti). Romain Rolland berpendapat bahwa musik adalah suatu janji keabadian; bagi Sydney Smith musik ialah satusatunya pesona termurah dan halal dimuka bumi.
Goethe berpendapat bahwa musik mengangkat dan memuliakan apa saja yang di ekspresikannya. Mendelssohn meyakini bahwa musik dapat mencapai suatu wilayah yang kata-kata tidak sanggup mengikutinya, dan Tchaikovsky berkata bahwa musik adalah ilham yang menurunkan kepada kita keindahan yang tiada taranya. Musik adalah logika bunyi yang tidak seperti sebuah buku teks atau sebuah pendapat. Ia merupakan suatu susunan vitalitas, suatu mimpi yang kaya akan bunyi, yang terorganisasi dan terkristalisasi. Sehubungan dengan itu Herbert Spencer, seorang filsuf Inggris mempertimbangkan musik sebagai seni murni tertinggi yang terhormat. Dengan demikian musik adalah pengalaman estetis yang tidak mudah dibandingkan pada setiap orang, sebagaimana seseorang dapat mengatakan sesuatu dengan berbagai cara (Ewen 1963, vii-viii). Dari perspektif interpretasi atau penikmatannya, musik juga dapat dipahami sebagai bahasa karena ia memiliki beberapa karakteristik yang mirip dengan bahasa. Berkaitan dengan hal tersebut Machlis (1963, 4) memahami musik sebagai bahasa emosi-emosi yang tujuannya sama seperti bahasa pada umumnya, yaitu untuk mengkomunikasikan pemahaman. Sebagai bahasa musik juga memiliki tata bahasa, sintaksis, dan retorika, namun tentunya musik merupakan bahasa yang berbeda. Setiap kata-kata memiliki pengertian yang kongkrit, sementara nada-nada memiliki pengertian karena hubungannya dengan nada-nada yang lain. Kata-kata mengekspresikan ide-ide yang spesifik sedangkan musik menyugestikan pernyataan-pernyataan misterius dari pikiran atau perasaan.
Dari beberapa pendapat di atas setidaknya dapat dipahami bahwa musik merupakan salah satu cabang seni pertunjukan seperti tari, drama, puisi, dan sebagainya.Sebagai sebuah karya seni,music adalah Terjemahan dari: “The science and art of the rhytmic combination of tones, vocal orinstrumental, embracing melody and harmony for the expression of anything possible by this means,butchieflyemotional”(Ewen1963,vii).ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan lewat komposisi jalinan nada atau melodi, baik dalam bentuk karya vokal maupun instrumental. Di samping itu musik adalah suatu karya seni yang tersusun atas kesatuan unsur-unsur seperti irama, melodi, harmoni, bentuk atau struktur, dan ekspresi.
2.2 Sejarah Perkembangan Musik
Daerah
Perkembangan musik daerah tidak terlepas perkembangan music
secara umum, yakni musik daerah banyak mendapat pengaruh dari musik barat. Hal
ini dapat di temui musik daerah yang sudah menngunakan nada diagonis.Alat musik
ritmis dan melodis . Vokal dengan suara banyak, notasi musik, ritme musik dari
tanda dinamika musik .
Terdapat
tahapan- tahapan perkembangan musik Indonesia (nusantara). tahapan tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Masa
sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari
kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan
oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis.
Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.
b. Masa
setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya
di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai sebagai bagian ritual saja,
tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai sarana hiburan para
tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik
gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok
blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.
c. Masa
setelah masuknya pengaruh Islam
Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para
pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka. Alat musik mereka berupa gambus
& rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di nusantara
(Indonesia) hingga saat ini.
d. Masa
Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa
pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini
memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo
(cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem
solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik
modern Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang
merupakan perpaduan musik barat dan musik Indonesia . Sajian musik itu
dikenal sebagai musik keroncong.
e. Masa
Kini
Seiring dengan masuknya media elektronik ke
Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock,
dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India yang banyak dibawa
melalui film- filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik
asing dengan musik Indonesia. Musik India mengalami perpaduan dengan musik
melayu sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncul pula berbagai
musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang
pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik
barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik
etnis. lebih mengenal lebih dekat musik tradisional kita dapat dikategorikan
menjadi beberapa kelompok yaitu :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Perkusi adalah sebutan bagi
semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan
tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam
alat musik perkusi adalah Gamelan, Kendang, Kecapi, Arumba, Talempong, Sampek
dan Kolintang, Rebana, Bedung, Jimbe dan lain sebagainya.
a. Gamelan adalah alat musik yang
terbuat dari bahan logam, gamelan berasal dari daerah Jawa tengah, Yogyakarta,
Jawa Timur juga di Jawa Barat disebut dengan Degung dan di Bali disebut Gamelan
Bali.
Alat Musik Gamelan Jawa
Satu perangkat gamelan terdiri dari instrumen
saron, demung, gong, kenong, slentem, bonang, peking, gender dan beberapa
instrumen lainnya. Disamping itu gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic.
b. Kendang adalah sejenis alat musik
perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan (kambing). Kendang atau
gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di daerah Jawa Barat
kendang mempunyai peranan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah,
Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali kendang selalu digunakan dalam permainan
gamelan baik untuk mengiringi tarian, wayang dan ketoprak. Tifa adalah alat
musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias.
Rebana adalah jenis alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang
bernafaskan Islam. rebana dapat dijumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.
c. Kecapi
Alat Musik Kacapi Sunda
kecapi adalah alat
musik petik yang berasal dari daerh Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah
sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut
berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai kecapi adalah siter
dari Jawa Tengah.
d. Talempong
Talempong, Alat Musik Daerah Minangkabau Sumatera
Barat
Talempong merupakan alat musik
tradisional yang berasal dari Minangkabau Sumatera Barat. Alat musik tersebut
termasuk dalam alat musik pukul seperti halnya Gamelan yang ada di Jawa. Bahkan
bentuknya pun juga hampir sama dengan Gamelan. Saat ini Talempong yang ada
dimasyarakat kebanyakan terbuat dari kuningan meskipun masih ada juga Talempong
yang terbuat dari kayu maupun batu. Talempong biasanya berbentuk
lingkaran dengan diameter 15 sampai 17,5 sentimeter, pada bagian bawahnya
berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol
berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul.
e. Sampek (sampe/sapek)
sampek adalah alat musik yang
bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah Kalimantan. Alat musik ini
terbuat dari bahan kayu yang dipenuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat
musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan dari daerah
Tapanuli, Jungga dari Sulawesi Selatan.
g. Kolintang atau kulintang
kolintang berasal dari daerah
Minahasa. Alat musik ini mempunyai tangga nada diatonis yang semua instrumennya
terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar dibuat dari kayu dan cara
untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.
f. Sasando
sasando adalah alat
musik petik berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur, kecapi ini terbuat dari
bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari
anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.
g. alat
musik tifa
Tifa, Alat Musik Tradisional Maluku
Alat musik tradisional Tifa termasuk jenis alat
musik pukul. Tifa terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangkan
isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya
digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus
dan indah.
h. Budug
Alat Musik Tradisional Bedug
Bedug merupakan alat musik tradisional
yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat
komunikasi pada zaman dahulu, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun
komunikasi antar masyarakat. Saat ini Bedug biasanya digunakan untuk memberi
tahu masyarakat saat memasuki waktu shalat fardhu. Bedug biasanya juga
digunakan saat masyarakat mengadakan takbir keliling untuk menyambut hari raya
Idul Fitri atau hari raya Idul Adha.
2. Instrumen Musik Gesek.
Instrumen musik tradisional yang
menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab.
Rebab berasal dari daerah Jawa
Barat, Jawa Tengah, Jakarta (kesenian betawi). Rebab terbuat dari bahan kayu
dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan
mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang
mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari
tempurung kelapa. Rebab jenis ini dapat dijumpai di Bali, Jawa dan Kalimantan
Selatan.
3. Instrumen Musik Tiup.
Suling adalah instrumen musik
tiup yang terbuat dari bambu hampir semua daerah di Indonesia dapat dijumpai
alat musik ini. Saluang adalah alat musik tiup dari Sumatera Barat, serunai
dapat dijumpai di Sumatera Utara, Kalimantan.
Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang
mempunyai panjang antara 40 – 100 cm dengan garis tengah 2 cm.
Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat
musik tiup yang mempunyai 4 – 6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya
berbentuk corong. Seni musik tradisional yang menggunakan alat musik seperti ini
adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura dan Papua
2.4 Fungsi dan Peranan Musik Daerah
Dari perspektif filsafat, musik diartikan sebagai bahasa nurani yang menghubungkan memahaman dan pengertian antar manusia pada sudut-sudut ruang dan waktu, di mana pun kita berada. Oleh karena itu Nietzsche, seorang filsuf Jerman, meyakini bahwa musik tidak diragukan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kehidupan manusia. Sehubungan dengan itu ia mengatakan: "Without music, life would be an error." Dalam kenyataannya musik memang memiliki fungsi atau peran yang sangat penting sehingga tidak satupun manusia yang bisa lepas dari keberadaan musik.
· Fungsi Musik Daerah
Secara umum musik daerah mempunyai beberapa fungsi diantaranya :
di
beberapa daerah tertentu music dianggab memiliki kekuatan magis yang tidak
dapat di deskripsikan karena itu sering kali musikdaerah mempunyai fungsi yang
sangat penting dalam suatu upacara adat.
-sebagai pengiring tari
music
daerah mempunyai fungsi utama yaitu untuk mengiringi tari-tari daerah atau
lagu-lagu daerah.
-medium komunikasi
saranam komunikasi dengan music dapat dilihat pada saat
bulan romadhon dan saat siskamling. Dimana alat music kentongan di tabuh untuk
membangunkan warga untuk bangun sahur atau berwaspada.
- medi bermain
lagu-lagu daerah yang bisa di iringi dengan music daerah
biasanya dijadikan sebagai media bermain bagi anak-anak daerah. Seperti
contohnya lagu cublak-cublak suweng dan sang bangau (betawi).
-sarana (media)penerangan
dizaman modern music daerah dapat dijadikan media penerangan
untuk mempromosikan keanekaragaman budaya daerah serta sebagai sarana iklan
layanan masarakat.
-iringan pertunjukan
musik
adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah pertunjukan. Sebuah tarian tak
akan lengkap tanpa music. Sebuah lagu akan kurang semarak tanpa music.
Pertunjukan kesenian daerah selalu mengguanakan alat music sebagai iringan
pertunjukannya seperti; pergelaran wayang, sandratari, ketoprak, dll.
-Musik Sebagai Hiburan
Aristoteles, filsuf Yunani yang lahir di Stagira pada tahun 384 SM, mengatakan bahwa musik mempunyai kemampuan untuk mendamaikan hati yang gundah. Sehubungan dengan itu musik memiliki efek terapi yang rekreatif dan lebih jauh lagi dapat menumbuhkan jiwa patriotisme. Pandangan Aristoteles ini setidaknya memberikan gambaran kepada kita bahwa dalam mengarungi bahtera kehidupannya, manusia tidak selalu menjumpai hal-hal yang menyenangkan. Suatu ketika ia bisa mengalami peristiwa yang menyedihkan, memilukan, atau bahkan menyakitkan, sedangkan di lain waktu, bisa juga mengalami peristiwa yang sungguh menyenangkan.
Musik dapat mempengaruhi hidup seseorang, hanya dengan musik, suasana ruang batin seseorang dapat dipengaruhi. Entah apakah itu suasana bahagia ataupun sedih, bergantung pada pendengar itu sendiri. Yang pasti, musik dapat memberi semangat pada jiwa yang lelah, resah dan lesu. Apalagi bagi seseorang yang sedang jatuh cinta, musik seakan-akan dapat menjadi kekuatan untuk menyemangati perjalanan cinta seseorang. Sebagai hiburan, musik dapat memberikan rasa santai dan nyaman atau penyegaran pada pendengarnya. Terkadang ada saat pikiran kita lagi risau, serba buntu, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan; dengan mendengarkan musik, segala pikiran bisa kembali segar. Hasilnya, kita bersemangat kembali mengerjakan sesuatu yang tertunda.
Di samping itu sebagai hiburan, musik juga dapat menyembuhkan depresi, musik terbukti dapat menurunkan denyut jantung. Ini membantu menenangkan dan merangsang bagian otak yang terkait ke aktivitas emosi dan tidur. Peneliti dari Science University of Tokyo menunjukkan bahwa musik dapat membantu menurunkan tingkat stres dan gelisah. Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik adalah cara terbaik untuk membantu mengatasi depresi.
Fungsi Musik dalam Masyarakat
Sebagai bagian dari kesenian yang merupakan salah satu dari tujuh unsur kebudayaan universal, musik memiliki fungsi sosial yang secara universal umumnya dapat ditemukan di setiap kebudayaan suku bangsa manapun di seluruh dunia.
-Fungsi Ekspresi Emosional
Pada berbagai kebudayaan, musik memiliki fungsi sebagai kendaraan dalam mengekspresikan ide-ide dan emosi. Di Barat musik digunakan untuk menstimulasi perilaku sehingga dalam masyarakat mereka ada lagu-lagu untuk menghadirkan ketenangan. Para pencipta musik dari waktu ke waktu telah menunjukkan kebebasannya mengungkapkan ekspresi emosinya yang dikaitkan dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-duka, amarah, pikiran, dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak-atik nada-nada sesuai dengan suasana hatinya.
-Fungsi Penikmatan Estetis
Pada dasarnya setiap orang telah dikaruniai oleh Tuhan Allah dengan berbagai kemampuan belajar (ability to learn) dan bakat (talent) tentang apa saja. Selain bisa belajar dari lingkungan alam dan sosialnya, orang juga bisa belajar dari pengalamannya sendiri. Setiap orang memiliki kemampuan dan kecepatan berbeda-beda dalam hal mencerap atau memahami keindahan tentang apa saja termasuk pula keindahan musik.
Untuk menikmati rasa indah (estetis), maka orang perlu belajar dengan cara membiasakan diri mendengarkan musik-musik kesukaannya sendiri. Kemudian ia bisa mulai mencoba endengarkan musik-musik jenis lain yang baru didengarnya dan kemudian akan menyukainya. Setiap jenis musik memiliki keunikan melodis, ritmis, dan harmonis; maupun terkait dengan komposisi dan instrumentasinya.
-Fungsi Representasi Simbolik
Dalam berbagai budaya bangsa, suku-suku, atau daerah-daerah yang masih mempertahankan tradisi nenek-moyang mereka; musik digunakan sebagai sarana mewujudkan simbol-simbol dari nilai-nilai tradisi dan budaya setempat. Kesenangan, kesedihan, kesetiaan, kepatuhan, penghormatan, rasa bangga, dan rasa memiliki, atau perasaan-perasaan khas mereka disimbolkan melalui musik baik secara sendiri maupun menjadi bagian dari tarian, syair-syair, dan upacaraupacara.
-Fungsi Respon Sosial
Para pencipta lagu nasional Indonesia sangat peka terhadap adanya kondisi sosial, tingkat kesejahteraan rakyat, dan kegelisahan masyarakat. Mereka menciptakan lagu-lagu populer yang menggunakan syair-syair menyentuh perhatian publik seperti yang dilakukan oleh Bimbo, Ebiet G. Ade, Iwan Fals, Harry Roesli, Gombloh, Ully Sigar Rusady, dan masih banyak lagi. Pada umumnya para pencipta lagu itu melakukan kritik sosial dan bahkan protes keras terutama ditujukan kepada pemerintah. Para pengamen jalanan juga tak kalah seru mengumandangkan lagu-lagu protes sosialnya, misalnya lagu yang bertema PNS, penderitaan anak jalanan, generasi muda yang tanpa arah, dan lain sebagainya.
-Fungsi Pendidikan Norma Sosial
Musik banyak pula digunakan sebagai media untuk mengajarkan norma-norma, aturan-aturan yang sekalipun tidak tertulis namun berlaku di tengah masyarakat. Para pencipta lagu anak seperti Bu Kasur, Pak Kasur, Pak Daljono, AT Mahmud, Ibu Sud—semua berupaya mengajarkan anak-anak berperilaku sopan, halus, hormat kepada orangtua, cinta keindahan, sayangi tanaman dan binatang, patuh pada guru, dan lain sebagainya. Keindahan alam, kesejahteraan sosial, kenyamanan hidup, dan semua norma-norma kehidupan bermasyarakat telah mendapatkan perhatian yang sangat penting dari para pencipta lagu tersebut.
-Fungsi Pelestari Kebudayaan
Lagu-lagu daerah banyak sekali berfungsi sebagai pelestari budayanya, karena tema-tema dan cerita di dalam syair menggambarkan budaya secara jelas. Syair-syair lagu sering juga berasal dari pantunpantun yang biasa dilantunkan oleh masyarakat adat dan daerah-daerah di Indonesia. Budaya Minangkabau dapat dipertahankan keberadaannya dengan berbagai cara, tetapi musik Minang sangat jelas karakteristiknya yang mudah mewakili daya tarik terhadap tempat berkembangnya budaya itu ialah Propinsi Sumatera Barat dan sekitarnya. Lagu-lagu Jawa, mulai dari yang klasik hingga kini yang berwarna populer seperti musik campursari, digemari masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melengkapi musik kroncong yang lebih dahulu berkembang. Ada budaya Jawa yang dilestarikan melalui syairsyair berbasa Jawa, melodi-melodi yang bernuansa Jawa dari karawitan. Musik Sunda dan sekitarnya di Propinsi Jawa Barat memiliki rasa yang sangat khas adalah bagian dari upacara-upacara sosial dan keagamaan masyarakatnya. Indonesia memiliki kekayaan budaya dan terutama musiknya seperti termasuk yang paling dikenal dunia seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan Papua.
-Fungsi Pemersatu Bangsa
Setiap bangsa memiliki lagu kebangsaan (national anthem) yang mewakili citarasa estetik, semangat kebangsaan, dan watak dari budaya masing-masing. Lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Soepratman adalah lagu atau musik yang diciptakan untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang mendiami daerah-daerah di wilayah Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil.
Keaneka-ragaman budaya yang sangat banyak jumlahnya harus dirangkum dalam satu kesatuan budaya nasional tanpa meninggalkan budaya-budaya lokal. Dalam kesatuan tanah-air, bangsa, dan bahasa; Indonesia diperkenalkan kepada dunia melalui Indonesia Raya. Tetapi, lagu-lagu nasional Indonesia juga tidak sedikit yang bisa berfungsi sebagai pemersatu bangsa sekalipun bukan sebagai lagu kebangsaan, contohnya antara lain Berkibarlah Benderaku, Bangun Pemudi-Pemuda, Bagimu Negeri, Satu Nusa Satu Bangsa, Indonesia Pusaka, Hari Merdeka, Rayuan Pulau Kelapa, Mars Pancasila, Halo-Halo Bandung, dan Syukur.
- Media pendidikan
Di antara tujuan pendidikan adalah membentuk manusia berbudi pekerti luhur. Secara filosofi titik tekannya adalah obyek nilai dan moral pada diri anak didik tersebut. Seni dapat dimanfaatkan untuk membimbing dan mendidik mental serta tingkah laku seseorang agar berubah menuju kondisi yang lebih baik, antara lain memperluas perasaan, bersikap santun, berperilaku lemah lembut, bermoral mulia, dan berbudi pekerti luhur.
Di antara tujuan pendidikan adalah membentuk manusia berbudi pekerti luhur. Secara filosofi titik tekannya adalah obyek nilai dan moral pada diri anak didik tersebut. Seni dapat dimanfaatkan untuk membimbing dan mendidik mental serta tingkah laku seseorang agar berubah menuju kondisi yang lebih baik, antara lain memperluas perasaan, bersikap santun, berperilaku lemah lembut, bermoral mulia, dan berbudi pekerti luhur.
-
Media agama
Musik (vokal) memainkan peranan penting dalam kegiatan keagamaan atau beribadah, seperti kepada Sang Pncipta yang dilakukan di pura, gereja, atau masjid. Dalam agama Islam, lagu-lagu pujian banyak diiringi dengan pukulan rebana, sedangkan di gereja diiringi dengan piano, gitar, atau alat musik lainnya. Di samping fungsi-fungsi tersebut, musik secara lebih spesifik juga digunakan pada berbagai perayaan atau upacara adat sehubungan dengan kondisi alam, musim tertentu, pernikahan, atau kematian. Dengan begitu beragamnya fungsi music daerah dalam setiap aspek kehidupan social suatu bangsa, maka music daerah patut dan harus dilestarikan sebagai salah satu cara pelestarian kebudayaan Indonesia.
Musik (vokal) memainkan peranan penting dalam kegiatan keagamaan atau beribadah, seperti kepada Sang Pncipta yang dilakukan di pura, gereja, atau masjid. Dalam agama Islam, lagu-lagu pujian banyak diiringi dengan pukulan rebana, sedangkan di gereja diiringi dengan piano, gitar, atau alat musik lainnya. Di samping fungsi-fungsi tersebut, musik secara lebih spesifik juga digunakan pada berbagai perayaan atau upacara adat sehubungan dengan kondisi alam, musim tertentu, pernikahan, atau kematian. Dengan begitu beragamnya fungsi music daerah dalam setiap aspek kehidupan social suatu bangsa, maka music daerah patut dan harus dilestarikan sebagai salah satu cara pelestarian kebudayaan Indonesia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Seni Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau dalam urutan untuk
menghasilkan komposisi ( suara ) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan /
nada atau suara yang di susun sedemikian rupa sehingga mengandung irama
terutama dengan menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi .Dan setiap
daerah mempunyai alat musik yang berbeda di karenakan oleh perbedaan adat
istiadat .
Berdasarkan pendapat diatas maka penulis
dapat menyimpulkan bahwasanya musik dapat juga disebut sebagai media seni,
dimana pada umumnya orang mengungkapkan kreativitas dan ekspresi seninya melalui
bunyi-bunyian atau suara. Oleh karena itulah pengertian musik sangat Universal,
tergantung bagaimana orang memainkannya serta menikmatinya.
Music
daerah merupakan suatu bentuk karya seni yang menggunakan medium suara atau
bunyi-bunyian. Yang hidup dan berkembang ditengah masyarakat yang sesuai dengan
aturan-aturan daerah setempat yang dilakukan secara turun temurun dan
pembelajarannya dilakukan secara oral. Music daerah kebanyakan merupakan
warisan leluhur sehingga tidak diketahui siapa pencetusnya dan tidak
menonjolkan sikap[ perorangan karena music daerah milik suatu golongan suku
bangsa. Musik daerah atau musik tradisional
lahir dan berkembang di daerah- daerah
di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan
instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni
syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat.
Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang
dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan
masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi
yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya
Dengan
begitu beragamnya fungsi musik daerah dalam setiap aspek kehidupan social suatu
bangsa, maka musik daerah patut dan
harus dilestarikan sebagai salah satu cara pelestarian kebudayaan Indonesia.
Daftar Pustaka
Moh. Muttaqim
Kustap, Seni Musik Klasik Jilid 1









